Profil PerMata

  1. LATAR BELAKANG

Pada tahun 2006 program kusta di beberapa provinsi di Indonesia telah mencapai eliminasi sesuai dengan standar WHO (kasus baru ditemukan kurang dari 1 / 10.000 penduduk) dan hasilnya adalah penemuan kasus baru sudah mulai menurun setiap tahun. Pada tahun 2008, menurut data dari Departemen Kesehatan penemuan total orang-orang baru di Indonesia mencapai 17.000 orang.

Meskipun jumlah kasus baru menurun setiap tahunnya, namun kusta masih menyisakan banyak masalah di masyarakat, terutama isu-isu sosial. Masih banyak orang yang hidup dengan stigma dan diskriminasi dari masyarakat sekitar. Akibatnya banyak dari mereka yang tidak bisa pergi ke sekolah, tinggal di tempat penampungan kusta, hidup dengan cacat akibat kusta, dan dipaksa bekerja sebagai pengemis. Kondisi ini pada akhirnya membelenggu orang yang terkena kusta harus hidup di bawah garis kemiskinan dan kehilangan hak dan martabat sebagai manusia.

Berawal dari keprihatinan tentang kondisi itu, maka pada tahun 2006 telah disepakati untuk membentuk sebuah wadah dalam rangka mempromosikan hak asasi manusia (HAM) dari orang-orang yang mengalami kusta sebagai warga negara yang sama di Indonesia. Perjuangan hak asasi manusia yang bertujuan untuk memperjuangkan kesetaraan, mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta.

Kehadiran PerMaTa Indonesia tidak terlepas dari dukungan TLMI (The Leprosy Mission International di Indonesia) dan SMHF (Sasakawa Memorial Health Foundation) yang didukung sepenuhnya oleh Mr Yohei Sasakawa sebagai WHO Goodwill Ambassador untuk Eliminasi Kusta. PerMaTa Indonesia menyatakan diri untuk pertama kalinya pada tanggal 15 Februari 2007 di Wisma PGI – Jalan Teuku Umar No 17, Jakarta Pusat. Deklarasi ini dihadiri oleh 12 perwakilan orang yang mengalami kusta di tiga provinsi yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan NTT. Pada saat itu juga hadir Mr Yohei Sasakawa dari The Nippon Foundation dan beberapa staf lain.

Melalui pertemuan ini menghasilkan beberapa kesepakatan yang sangat penting, termasuk pembentukan organisasi, bernama PerMaTa (Perhimpunan Mandiri Kusta) dan juga pemilihan anggota dewan yang memiliki jangka waktu jabatan selama 4 tahun.

B. VISI PERMATA INDONESIA

Bebas dari stigma dan diskriminasi menuju kualitas hidup yang lebih baik

C. MISI PERMATA INDONESIA

  1. Advokasi untuk kepedulian terhadap masyarakat yang terkena dampak kusta

  2. Menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk orang-orang dengan kusta di layanan ekonomi, sosial, politik, spiritual, pendidikan dan kesehatan

  3. Meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dengan pendidikan dan pelatihan bagi orang-orang yang mengalami kusta dan keluarga mereka

D. PROGRAM

Untuk mencapai visi dan misi itu PerMaTa Indonesia mempunyai program :

1. Pembangunan Kapasitas untuk tingkat struktural dan anggota. Suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas organisasi PerMaTa seluruh wilayah.

2. Advokasi dan Kampanye Anti Diskriminasi. Sebuah program yang bertujuan untuk mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap kusta, dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat untuk memberikan informasi yang benar tentang kusta.

3. Pemberdayaan Masyarakat. Suatu program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup bagi anggota PerMaTa Indonesia melalui beberapa kegiatan ekonomi.