Penyandang Kusta di Sumatera Utara Tuntut Hak

Reporter: Tempo.co
Editor: Istiqomatul Hayati

Penyandang Kusta di Sumatera Utara Tuntut Hak

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi berbincang dengan pasien penderita kusta saat di pusat rehabilitasi rumah sakit Sintanala, Tangerang, Banten, Selasa (13/2). TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

TEMPO.CO, Medan – Ratusan penyandang kusta menuntut Pemerintah Provinsi Sumatra Utara dan Dinas Kesehatan memperhatikan nasib penyandang kusta yang dirawat di dua rumah sakit khusus kusta. Penderita kusta meminta pemerintah provinsi menyalurkan jatah beras dan kebutuhan pokok lainnya yang tidak lagi diterima sejak 1 April 2013.

Tuntutan itu disampaikan ratusan penderita kusta dari Rumah Sakit Kusta Sicanang Belawan dan Rumah Sakit Kusta Belidaan di Sei Rampah, Sedang Bedegai saat unjuk rasa di Gedung DPRD Sumatera Utara di Medan, Kamis 11 April 2013.

Salah satu penderita kusta yang ikut unjuk rasa, M.Sinaga, mengatakan mereka merasa merasa sangat kesulitan ketika jatah bulanan berupa beras tak lagi disalurkan Dinas Kesehatan Sumatera Utara.

“Jatah bulanan yang selama ini diterima penderita kusta berupa beras 15 kilo gram; minyak makan 1,5 liter, gula 1,5 kilo gram, minyak tanah tiga liter, ikan 1 kilo gram, garam satu bungkus, sabun cuci tiga batang, teh satu bungkus, susu satu kaleng, dan daging satu kilo gram,” kata Sinaga.

Menurut Sinaga, jatah kebutuhan hidup itu sangat dibutuhkan penyandang kusta itu karena sebagian besar dari mereka tidak mampu lagi bekerja.

“Memenuhi kebutuhan sehari-hari kami hanya bergantung pada bantuan dari Dinas Kesehatan Sumut sebab tidak ada pihak yang bersedia memberi kami pekerjaan karena keterbatasan fisik dengan status penyandang kusta,” katanya.

Dia juga mengatakan jatah bulanan yang belum direalisasikan juga dialami penyandang Kusta di Rumah Sakit Huta Salem di Balige, Kabupaten Toba Samosir, dan Rumah Sakit Kusta Lau Simomo di Kabanjahe, Kabupaten Karo. “Kami sudah ke Dinas Kesehatan Sumut menyampaikan keluhan ini. Tetapi tidak ditanggapi,” ujarnya.

Penyandang kusta lainnya Lian mengatakan umumnya masyarakat tidak bersedia menerima penyandang penyakit menular itu bekerja.” Mau pulang ke kampung, tapi belum punya ongkos,” kata penghuni Rumah Sakit Kusta Kusta Belidaan itu.

Agar tidak membebani anggaran daerah, Lian meminta pemerintah provinsi melatih penderita kusta keterampilan khusus untuk mencari nafkah.” Kami juga mau diajari keterampilan jahit menjahit misalnya,” katanya.

Anggota DPRD Sumut Raudin Purba yang menemui pengunjuk rasa berjanji akan memanggil Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, dua dinas yang bertugas memperbaiki kebutuhan hidup penyandang kusta.” Segera akan dijadwalkan pemanggilan itu dan menyelidiki penyebab terhentinya bantuan kebutuhan hidup penderita kusta,” kata Purba.

SAHAT SIMATUPANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *